Trotoar di Jakarta akan Berubah

Trotoar di Jakarta merupakan salah satu sarana publik yang paling disoroti. Bagaimana tidak, trotoar merupakan salah satu sarana untuk masyarakat agar bisa berjalan kaki dengan nyaman. Trotoar juga menjadi cerminan bagaimana penataan kota yang rapi dan indah.

Trotoar yang berubah fungsi

Jakarta merupakan kota besar yang memiliki penduduk padat. Dengan aktivitas padat di ibu kota ini maka ruangan publik juga nampak semakin sempit, tak terkecuali trotoar. Trotoar yang sejatinya merupakan tempat bagi pejalan kaki pun malah berubah fungsi. Pada kebanyakan kasus, trotoar di Jakarta sering kali menjadi tempat parkir, baik kendaraan bermotor maupun kendaraan roda empat. Seperti misalnya di Jalan Raya Tomang, Jakarta Barat yang mana trotoar telah menjadi tempat parkir mobil karena terdapat banyak toko dan restoran. Selain di Jalan Raya Romang, sejumlah trotoar di wilayah Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat juga telah berubah fungsi menjadi tempat parkir mobil. Menurut Lurah Cempaka Baru, Irfan Yusuf, sejumlah mobil yang diparkir di trotoar tersebut merupakan mobil milik warga yang di rumahnya tidak memiliki garasi. Selain menjadi lahan parkir kendaraan, sejumlah trotoar di ibu kota pun dijadikan lahan untuk berdagang. Di Senayan, Jakarta Selatan misalnya, banyak sekali ditemukan pedagang-pedagang di sepanjang trotoar. Tidak hanya itu saja, bahkan sering kali kendaraan bermotor pun menggunakan trotoar apalagi ketika jalanan macet.

Perbaikan trotoar di Jakarta

Dengan berubahnya fungsi trotoar di kota Jakarta, maka tak heran jika masyarakat khususnya pejalan kaki merasa terganggu. Namun di samping berubahnya fungsi trotoar tersebut, terdapat pula kondisi lainnya yang menyebabkan para pejalan kaki menjadi “malas” untuk menggunakan trotoar. Kebanyakan trotoar di ibu kota juga tidak terawat, dengan kata lain banyak trotoar yang tidak layak digunakan seperti gersang, bergelombang, bahkan gelap gulita di malam hari. Nah, kondisi seperti itulah yang membuat trotoar tersebut tidak dapat digunakan dengan nyaman sebagai sarana publik. Dengan adanya persoalan pada trotoar di kota Jakarta maka sudah seharusnya pemprov DKI memberikan suatu penertiban dan juga perbaikan. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Dinas Bina Marga akan menyusun dan mendesain ulang jalur pedestrian di Jakarta. Untuk mengatasi masalah pemasangan kabel yang selama ini menjadi penyebab rusaknya trotoar, maka pemprov DKI sudah memiliki desain baru sebagai solusinya. Pemprov akan membuat sebuah boks besar sebagai pintu masuk penyambungan utilitas atau kabel baru sehingga pekerja cukup membuka boks tersebut lalu menggali sampai ke boks selanutnya. Jadi trotoar dijamin tidak rusak karena bongkar pasang.

Selanjutnya pemprov DKI juga akan menambah lebar trotoar sehingga menjadi 9-14 meter terutama di kawasan Sudirman-Thamrin. Di samping itu trotoar pun akan dibuat semakin nyaman dan teduh. Tidak hanya itu saja, bahkan pemprov Jakarta juga berencana untuk membuat seluruh trotoar di ibu kota menjadi ramah bagi penyandang disabilitas. Trotoar ramah disabilitas tersebut juga akan dibangun di sepanjang Monumen Nasional hingga Bundaran HI. Awalnya solusi untuk trotoar agar tidak digunakan sebagai jalur motor adalah dengan membuat tiang penahan. Namun dikhawatirkan dengan adanya tiang penahan, penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda tidak akan bisa melintas. Untuk itu pemprov DKI mengambil ide dari Jepang yaitu membuat tiang penahan dengan bentuk S terbalik agar kursi roda dapat melintas. (

Dengan dirombaknya kembali trotoar di Jakarta maka diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang indah dah rapi selayaknya di luar negeri. Tapi tentu saja dibutuhkan juga kesadaran dari masyarakat agar fasilitas publik tersebut tetap terawat. (Artikel ini dikutip dari Rukamen blog)

Leave a Comment

Log in